Peranan Guru dalam Mengembangkan Media Pembelajaran
DOI:
https://doi.org/10.62759/jser.v1i1.7Kata Kunci:
Guru, Media, PembelajaranAbstrak
Sekolah sebagai lingkungan mikrosistem memiliki pengaruh yang kuat pada subjek didik. Sekolah menjadi bentuk dari pendidikan formal. Peran guru sangatlah penting di lingkup pendidikan. Peranannya banyak diperlukan dalam mendidik, seorang guru ketika mengajar diharapkan dapat memberikan banyak andil kepada peserta didik. Pada realita yang ada ditunjukkan dan yang ada di lapangan memberikan gambaran bahwa bahwa dengan menggunakan media pembelajaran pada saat mengajar kepada peserta didik, mereka lebih memahami juga mengerti pelajaran yang diberikan oleh guru dengan sangat mudah. Guru akan mendapatkan kemudahan dalam mengajar apabila mampu menggunakan media pembelajaran yang berperan sebagai alat bantu ketika guru mengajar, karena fungsi dari media pembelajaran disamping sebagai alat bantu pengajaran juga menjadi salah satu dari cara bagi peserta didik agar lebih menjadi aktif. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada sebagian guru yang tidak bisa membuat bahkan menggunakan media pembelajaran untuk mengajar sebagai alat bantu dalam mengajar peserta didik. Ada beberapa permasalahan yang mengakibatkan guru tidak bisa mengembangkan serta menggunakan media pembelajaran untuk mengajar. Penelitian ini menggunakan study library untuk mengumpulka teori dan sebagai jawaban pada pembahasan yang berkaitan tentang media pembelajaran.
Unduhan
Referensi
Aqib, Z. (2011). Pedoman Teknis Penyelenggaraan PIAUD Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung: PT. Nuansa Aulia.
Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Asnawir, H., & Usman, M. B. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.
Dimyati, & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Giroux, H. A. (1988). Teachers as Intellectual - Toward a Critical Pedagogy of Learning. New York: Bergin & Garvey.
Karwono, & Mularsih, H. (2018). Belajar dan Pembelajaran. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
Masgumelar, N. K., & Mustafa, P. S. (2021). Pembelajaran Pendidikan Olahraga Berbasis Blended Learning untuk Sekolah Menengah Atas. Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani Dan Olah Raga), 6(1), 133–144. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/kejaora.v6i1.1222
Mulyasa. (2011). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mustafa, P. S. (2021). Implementation of Behaviorism Theory-based Training Learning Model in Physical Education in Class VII Junior High School Football Game Materials. COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga, 13(1), 39–60. https://doi.org/https://doi.org/10.26858/cjpko.v13i1.18131
Mustafa, P. S., Gusdiyanto, H., Victoria, A., Masgumelar, N. K., Lestariningsih, N. D., Maslacha, H., … Romadhana, S. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Olahraga. Malang: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.
Mustafa, P. S., Winarno, M. E., & Supriyadi. (2019). Penilaian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Malang. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 4(10), 1364–1379. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v4i10.12845
Oemar, H. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Rudy, S., & Hasanah, H. (2017). Media Pembelajaran. Jember: CV Pustaka Abadi.
Rulitawati, H. R., & Hasibuan. (2020). Model Pengelolaan Kinerja Guru. Palembang: Tunas Gemilang Press.
Safitri, D. (2019). Menjadi Guru Profesional. Riau: PT. Indragiri Dot Com.
Saifuddin. (2018). Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis. Yogyakarta: Deepublish.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alphabeta.
Supriyanto, E. (2009). Inovasi Pendidikan: Isu-isu Baru Pembelajaran, Manajemen, dan Sistem Pendidikan di Indonesia. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Suriadiata, I., Syamsussabri, M., & Nurmaningsih. (2022). Pengembangan Modul Pendidikan Pancasila berbasis Problem Based Learning Terintegrasi Nilai Antikorupsi. 5(1), 47–54.
Suyanto., & Asep, J. (2013). Menjadi Guru Profesional. Jakarta: Erlangga.
Syaiful, B. D. (2014). Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Syamsussabri, M. (2013). Konsep Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik. Jurnal Perkembangan Peserta Didik, 1(1), 3.
Syamsussabri, M., Sueb., & Suhadi. (2018). Need Analysis of Materials and Media Biology Teaching for High School Students Around the Location of People Gold Mining. International Conference on Mathematics and Science Education (ICoMSE), 175–180.
Syamsussabri, M., Sueb, S., & Suhadi, S. (2019). Kelayakan Modul Pencemaran Lingkungan Berbasis Environmental Worldview dan Environmental Attitudes. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 4(9), 1207–1212. https://doi.org/10.17977/jptpp.v4i9.12709
Syamsussabri, M., Suhadi, & Sueb. (2019). The Effect of Environmental Pollution Module on Environmental Worldview in Senior High School. Journal of Physics: Conference Series, 1417(1), 012076. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1417/1/012076
Usman, M. U. (2001). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Victoria, A., Mustafa, P. S., & Ardiyanto, D. (2021). Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga berbasis Blended Learning di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(2), 170–183. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.4659619
Wina. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Bekasi: Kencana Prenadamedia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Journal of Science and Education Research

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.












