Pengelolaan Modal dan Risiko Kredit pada Koperasi Dewi Sri Candipari
Keywords:
Koperasi, Modal Usaha, Risiko Kredit, NPL, Strategi KeuanganAbstract
Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan mikro yang berperan penting dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan koperasi adalah menjaga kestabilan struktur permodalan dan mengendalikan risiko kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan modal dan risiko kredit yang diterapkan oleh Koperasi Wanita Dewi Sri Candipari serta mengevaluasi efektivitasnya terhadap keberlanjutan usaha koperasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap kegiatan operasional koperasi. Subjek penelitian terdiri atas pengurus, pengawas, dan anggota aktif koperasi yang terlibat langsung dalam pengelolaan pinjaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber utama modal koperasi berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan hasil usaha tahunan. Modal tersebut dialokasikan ke berbagai pos termasuk simpan pinjam, dana cadangan, sosial, dan pendidikan. Koperasi juga telah menerapkan pembagian hasil usaha (SHU) secara proporsional dan memanfaatkan aplikasi keuangan berbasis digital untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi. Namun, peningkatan rasio NPL dalam dua tahun terakhir menjadi perhatian serius. Keterlambatan pembayaran pinjaman dan kurang optimalnya sistem evaluasi kelayakan kredit menjadi penyebab utama. Untuk mengatasi hal ini, koperasi menerapkan strategi berupa edukasi keuangan, sanksi administratif, sistem monitoring pinjaman, serta penggunaan prinsip 5C dalam analisis kredit. Selain itu, koperasi menyisihkan 30% SHU sebagai dana cadangan untuk mengantisipasi risiko gagal bayar. Meskipun telah menunjukkan perbaikan, penerapan strategi ini masih perlu ditingkatkan melalui sistem penilaian risiko yang lebih terstandarisasi dan berbasis data agar koperasi mampu menjaga stabilitas keuangan secara berkelanjutan.









